Kesaksian atau Testimoni Pengguna Uang Asmak | Jimat Pemanggil Uang | Uang Balik dan Bibit Kekayaan
Uang Asmak

Kesaksian Para Pengguna Uang Asmak

Ingin berbagi cerita unik Anda setelah menggunakan Uang Asmak? Silakan kirim kisah Anda kepada kami agar dapat ditampilkan seperti sejumlah kesaksian berikut ini. Insyaallah, pengalaman Anda akan menjadi motivasi sekaligus pembelajaran tersendiri bagi begitu banyak orang di luar sana.

 


Hidup Selalu Beruntung

Terima kasih, Pak Ustadz. Alhamdulillah saya sudah merasakan manfaat Uang Asmak dan Tasbih Karomah. Sekarang hidup saya jauh lebih baik, bebas dari fitnah, lebih beruntung, selalu ada jalan. Dan yang paling baik, gaji saya naik dua kali lipat. Terima kasih banyak kepada Pak Ustadz Masrukhan yang sudah membantu saya.

Kiswoyo – Rembang


Dagangan Laris Manis 

Dulu, saya sering iri para rekan-rekan saya sesama pedagang tekstil. Pasalnya entah bagaimana dagangan saya tidak pernah laku, bahkan pada masa menjelang Lebaran sekalipun. Padahal biasa pada hari-hari itu semua produk yang berkaitan dengan sandang pasti laris manis. Nasib saya ini berbeda jauh dengan nasib teman-teman saya yang usahanya lancar-lancar saja. Berulang kali saya pikirkan, harga yang saya patok tidaklah tinggi, kualitas barang dagangan saya tidak kalah dan kios tempat saya menjajakan barangpun terletak persis di pinggir jalan besar yang tidak pernah sepi. Lantas kenapa dagangan saya tidak laku begini? 

Sadar bahwa rasa iri hati tidak akan membawa saya pada hasil apapun, saya mulai berburu guru dan sarana spiritual yang dapat saya gunakan sebagai penolong. Sampailah saya pada situs www.uangasmak.com, sebuah situs dimana tertulis banyak keterangan tentang produk spiritual bernama Uang Asmak yang merupakan karya guru spiritual saya, Ustadz Masrukhan. Menggunakan Uang Asmak tidaklah sulit, lembaran uang tersebut hanya saya simpan di dalam laci saja tanpa memerlukan perawatan yang merepotkan. 

Namun meski penggunaannya sederhana, hasilnya tidaklah sederhana tapi justru luar biasa. Dalam hitungan dua bulan saja perubahan yang sangat mencolok mulai terlihat. Dagangan saya laris manis, sampai-sampai pedagang besar yang selama ini menyuplai saya berkomentar keheranan. Biasanya saya cuma datang dua atau tiga minggu sekali, tapi sekarang hampir tiap hari saya menanyakan stock barang baru yang bisa saya beli. Bisa dibayangkan berapa banyak keuntungan yang saya dapatkan sekarang, sungguh berbeda jauh dengan keadaan bisnis saya sebelum mengenal Uang Asmak dulu. Syukur Alhamdulillah atas rezeki yang saya dapatkan ini dan terima kasih banyak pada Ustadz Masrukhan yang telah memperkenalkan Uang Asmak pada saya. 

Salam berkah, 

Pujiono W. – Wonogiri

 


Kemudahan Memperoleh Modal Usaha 

Mengingat betapa sulitnya mencari pekerjaan di jaman sekarang, tidak heran jika banyak orang memiliki niat untuk memulai usaha mereka sendiri. Termasuk saya. Namun sayang, ketiadaan modal membuat niat saya ini urung. Akan beda ceritanya jika saya memiliki sertifikat tanah yang bisa dijaminkan, tapi masalahnya saya tidak memiliki harta benda yang dapat diagunkan pada debitur. 

Untungnya Tuhan tidak pernah tidur. Berbekal Uang Asmak yang saya dapatkan dari Ustadz Masrukhan, saya mendapatkan kemudahan yang bisa dibilang tidak pernah saya duga. Suatu hari tanpa sengaja saya bertemu lagi dengan seorang pengendara mobil yang dulu pernah saya tolong ketika mengalami kecelakaan di jalan raya. Ngobrol sana ngobrol sini, si Bapak kemudian menawari saya kerja sama usaha. Beliau bersedia memodali usaha persewaan alat kantor yang ingin saya buka dengan pembagian hasil yang sangat masuk akal. Tawaran tersebut pun tidak saya tolak. 

Alhamdulillah, sejauh ini usaha yang saya nakhodai tersebut membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Rupanya banyak sekali pengusaha-pengusaha yang membutuhkan alat kantor namun tidak memiliki cukup modal untuk membelinya. Sehingga tidak sedikit yang memilih untuk menyewa dari saya. Dengan begini saya bukan hanya memulai  usaha sendiri, tapi juga memberi kemudahan bagi mereka  yang membutuhkan. Subhanallah... ternyata memang benar, akan selalu ada jalan keluar bagi hamba Tuhan yang mau berusaha. 

Nina P. – Pontianak

 


Mampu Melunasi Hutang

Saya mungkin adalah salah satu dari sekian banyak usahawan muda yang terlampau ambisius dan menggebu-gebu dalam memulai usahanya. Nekat meminjam modal dalam jumlah besar, namun ternyata di tengah jalan salah membaca kondisi pasar dan usaha yang dirintispun tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Ujung-ujungnya saya malah hampir depresi memikirkan bagaimana cara melunasi hutang yang tidak sedikit tadi. 

Yang namanya orang kepepet memang selalu melakukan hal-hal yang biasanya tak pernah terpikirkan. Saya yang dulu tidak percaya pada hal-hal berbau supranatural entah kenapa terdorong untuk menghubungi nomor telepon Asosiasi Parapsikologi Nusantara beberapa waktu lalu. Lewat percakapan telepon singkat tersebut saya disarankan oleh Ustadz Masrukhan untuk menggunakan Uang Asmak sebagai pegangan bisnis saya. 

Tapi ternyata ada hikmahnya juga menjadi orang kepepet. Nyatanya Uang Asmak memang solusi yang mujarab bagi permasalahan saya ketika itu. Usaha saya yang sebelumnya sepi seperti kontrakan tak berpenghuni sekarang ramai bak pasar loak di musim lebaran. Meski hasilnya tidak seketika terlihat, namun manfaat Uang Asmak dapat dengan nyata saya rasakan. Pemasukan yang terkumpul perlahan-lahan akhirnya cukup juga untuk mencicil hutang saya yang menumpuk. 

Alhamdulillah, saat ini usaha saya telah berjalan selancar yang dulu saya harapkan dan hutang-hutangpun telah terlunasi beserta bunganya. Terima kasih, Ustadz Masrukhan. Terima kasih, Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Semoga Uang Asmak akan dapat membantu lebih banyak orang yang tengah mengalami kesulitan seperti saya dulu. Amin. 

Yahya Z. – Bontang

 


Melunakkan Hati Atasan 

Salah satu alasan yang sering membuat seorang karyawan tidak betah bekerja di sebuah perusahaan adalah karena memiliki atasan yang suka memaki dan marah-marah. Sehingga bisa dipastikan, jika suatu perusahaan dipimpin oleh orang yang temperamennya buruk maka tingkat pergantian pegawai di perusahaan itu pasti sangat tinggi. 

Contohnya seperti manager saya sendiri. Dalam setahun saja pegawai kalkulasi di departemen kami bisa ganti personel sampai tiga kali. Alasan pengunduran diri semua mantan karyawan tersebut sama, mereka tidak betah pada sifat atasan yang cenderung terlalu mudah naik darah. Makanya jantung saya sempat berdegup tak karuan ketika pertama kali mendengar kabar bahwa saya dimutasikan ke bagian keuangan untuk mengisi jabatan kepala bidang kalkulasi karena personel yang sebelumnya hanya bertahan dua minggu disana.  

Apa yang dikatakan orang dan apa yang saya khawatirkan ternyata benar, manager keuangan saya yang baru ternyata galak luar biasa. Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit marah. Dua hari pertama di departemen tersebut rasanya saya sudah ingin mengundurkan diri saja. Namun niat saya urung karena perlahan sifat atasan menjadi lebih lunak sejak saya menggunakan Uang Asmak yang dihadiahkan kepada saya oleh seorang saudara jauh yang tinggal di Jawa Tengah. Uang Asmak inilah yang membuat saya memikirkan dua kali keinginan saya untuk berhenti, sebab beberapa lama setelah memilikinya atasan saya sudah tidak pernah lagi marah-marah seperti dulu. 

Bukan cuma berkurang kegalakannya, manager saya sekarang mulai bisa diajak bercanda dan berbincang-bincang bersama kami para anak buahnya di bagian keuangan. Syukur Alhamdulillah, semoga setelah ini tidak ada lagi karyawan yang mengundurkan diri hanya karena dimarahi. Amin.

Nanang Indriyanto – Tuban

 


Memenuhi Kebutuhan Mendadak 

Sewaktu menerima hadiah berupa Uang Asmak dari salah seorang kerabat dekat, saya cuma bisa terheran-heran. Kenapa saya diberi uang? Cuma selembar, pula. Dan juga bukan selembar uang yang bisa saya belanjakan karena bukan uang resmi keluaran Bank Indonesia. Dahi saya yang tadinya berkerut heran jadi makin mengkerut lagi ketika kerabat saya itu mengatakan bahwa Uang Asmak dapat membantu memberikan jalan keluar ketika kita mengalami permasalahan keuangan. Saya tanya saja, 'Masa?' 

Pertanyaan saya tersebut terjawab dengan sendirinya ketika saya benar-benar mengalami permasalahan keuangan. Bukan permasalahan keuangan seperti kehilangan pekerjaan atau terbelit hutang, melainkan datangnya kebutuhan mendadak yang memerlukan banyak biaya. Saat itu adik perempuan saya mendadak jatuh sakit dan harus dirawat selama beberapa hari. Lemaslah lutut saya seketika, harus saya bayar dengan apa biaya perawatan rumah sakit yang makin hari makin mahal itu? 

Hampir saja saya meminjam uang pada seorang tetangga, namun hal tersebut tidak perlu saya lakukan karena tiba-tiba saya dikabari bahwa perusahaan tempat saya bekerja dinyatakan menang tender pengadaan alat-alat pertanian dan sebagai bonusnya saya mendapat sejumlah insentif yang cukup untuk menutupi kekurangan biaya rumah sakit tersebut. Alhamdulillah.... ternyata memang benar kalau Uang Asmak memiliki manfaat besar dalam hal kerezekian dan manfaat tersebut dengan jelas menampakkan dirinya ketika saya benar-benar membutuhkan. 

Putri K. – Slawi

 


Memperoleh Kecukupan Rezeki 

Pengalaman menggunakan Uang Asmak yang ingin saya bagikan disini bisa dibilang merupakan pengalaman yang aneh tapi nyata. Kalau bukan karena telah membuktikan sendiri, saya tidak mungkin percaya bahwa Uang Asmak dapat mencukupkan rezeki sesuai dengan kebutuhan kita. 

Saya hanyalah seorang pegawai swasta biasa dengan penghasilan yang pas-pasan pula. Gaji  yang saya terima tiap bulan biasanya sulit sekali saya cukupkan untuk memenuhi kebutuhan saya sekeluarga dalam sebulan itu. Namun entah bagaimana sejak memiliki dan menyimpan Uang Asmak di laci meja saya semua kebutuhan selalu terpenuhi tanpa perlu menguras kantong seperti biasanya. 

Padahal dulu jika sudah terpotong biasa sekolah adik-adik saya dan biaya belanja bulanan istri, gaji saya pasti habis tak bersisa. Tapi sekarang tidak peduli berapa seringnya saya melakukan pengeluaran, selalu saja masih ada uang yang tersisa. Tidak tahu bagaimana caranya. Berapapun  jumlah yang saya miliki selalu cukup, meskipun jika dihitung-hitung secara nalar mestinya saya pasti sudah harus meminjam ke kanan-kiri. Subhanallah... sejak  memiliki Uang Asmak entah sudah berapa kali saya berdecak penuh kagum dan keheranan. Maka tidak keterlaluan rasanya jika saya jadi keranjingan merekomendasikan produk ini pada rekan-rekan dan anggota keluarga saya di rumah. 

Widianto – Ponorogo

 


Mempertahankan Pelanggan dan Rumah Makan Kembali Ramai 

Memiliki saingan  usaha yang cenderung alot memang merupakan tantangan tersendiri. Hal ini pernah saya alami pada masa awal dibukanya restoran seberang jalan yang menyediakan menu persis sama dengan menu rumah makan yang sudah saya dirikan dan kelola sejak sepuluh tahun silam. Konsep peka perkembangan jaman yang mereka tawarkan memang sangat menggiurkan, hingga dalam sekejap saja seluruh pelanggan saya beralih ke restoran tersebut. Alhasil rumah makan saya menjadi sepi seperti kuburan. 

Karena tidak ingin kehilangan usaha yang sudah saya rintis sejak lama, sayapun mendatangi kantor Asosiasi Parapsikologi Nusantara di Kudus, Jawa Tengah untuk menemui pimpinannya, Ustadz Masrukhan dan mengkonsultasikan masalah ini. Beliau menyarankan agar saya menyimpan Uang Asmak sebagai sarana penarik pelanggan dan rezeki. Saran tersebut saya turuti, hari itu juga saya kembali ke kota saya sambil membawa paket Uang Asmak dari Ustadz Masrukhan. 

Alhamdulillah, saran dari Ustadz Masrukhan terbukti membawa hasil positif. Perlahan namun pasti pelanggan-pelanggan saya kembali datang dan sedikit demi sedikit pemasukan saya kembali normal. Apakah itu berarti saingan saya yang berada di seberang jalan lantas merugi? Tentu tidak. Sebab dari awal saya memang tidak memiliki niat untuk membuat mereka sepi pelanggan, lagipula fungsi Uang Asmak akan hilang seketika jika kita sampai memiliki tujuan yang tidak baik. Justru sebaliknya, diantara kami sekarang terjalin hubungan baik sesama pengusaha kuliner. Bedanya, saya lebih suka mengusung konsep tradisional sedangkan mereka memboyong tema-tema anak muda yang memang menarik perhatian banyak kaum remaja. 

Saya percaya bahwa masing-masing orang memiliki rezekinya masing-masing dan rezeki tersebut tidak akan hilang hanya karena ada orang lain yang juga berusaha mencari sesuap nasi. Allah itu Maha Adil, demikian kata Ustadz Masrukhan. Kepada beliaulah saya berhutang ucapan terima kasih karena telah memberikan solusi mujarab bagi permasalahan yang pernah saya alami. Terima kasih, Ustadz! 

Rizki B. – Cilegon

 


Memudahkan Penagihan Hutang 

Meskipun saya paham benar bahwa tidak mungkin orang dengan sengaja berhutang apabila tidak memiliki kebutuhan yang sangat mendesak, namun rasanya tetap menjengkelkan jika uang yang kita pinjamkan pada seseorang tak kunjung dikembalikan juga. Bukan hanya selalu mengelak saat ditagih, ternyata uang yang dipinjam tidak digunakan untuk membiayai hal yang penting tapi hanya dipakai untuk bersenang-senang semaunya sendiri. Apalagi uang yang dipinjam tersebut sedang sangat saya butuhkan, jadi makin pusing saja kepala saya ini. 

Suatu hari adik ipar saya menyeletuk, katanya saya mirip tukang kredit. Tagih sana tagih sini tapi hasil tagihannya tidak ada. Mending kalau cuma tukang kredit, lama-lama saya malah merasa seperti rentenir kejam yang memeras uang rakyat kecil tidak berdaya. Padahal kalau dipikir-pikir dalam hal ini sayalah yang tidak berdaya, sebab meminta uang yang sebenarnya adalah uang saya sendiri saja tidak bisa. 

Untungnya, adik ipar saya bukanlah tipe orang yang suka berbicara semaunya tanpa memberikan solusi. Dialah yang menyarankan agar saya menggunakan Uang Asmak, sarana spiritual yang konon katanya sangat bermanfaat dalam penagihan hutang. Karena memang adik ipar saya ini tidak pernah ngawur dalam memberikan saran, sayapun segera memesan satu paket Uang Asmak seperti yang disarankannya. 

Jauh dari kata ngawur, saran adik ipar saya malah terbukti ampuh. Berbekal lembaran Uang Asmak yang terselip di dalam dompet, saya kembali berangkat menagih hutang yang sudah hampir dua tahun tidak terbayar. Alhamdulillah, hari itu juga uang saya dikembalikannya sehingga saya bisa membayar biaya sekolah anak saya yang sudah menunggak beberapa lama. Memang sungguh mujarab Uang Asmak yang saya miliki dari Asosiasi Parapsikologi Nusantara ini. 

Teguh H. Purnama – Batu

 


Memuluskan Penjualan Tanah Warisan 

Tiga bulan lalu ayah saya meninggal dunia. Sepeninggal beliau keempat saudara saya tak mau tunggu lama untuk membagi tanah warisan yang ditinggalkan mendiang Ayah untuk kami. Berhubung kami berlima bukanlah saudara kandung melainkan saudara tiri yang satu sama lain tidak begitu akrab,  saya sempat khawatir apabila tanah tersebut tidak segera dibagi maka beberapa diantara kami pasti akan ribut dan menuduh yang lain berusaha mengulur-ulur waktu atau mengambil bagian yang lebih besar. 

Masalah jadi semakin rumit karena tanah yang ditinggalkan almarhum Ayah tersebut terletak jauh dari akses kendaraan umum dan tingginya berada di bawah tinggi permukaan jalan terdekat, meskipun luasnya memang tidak main-main. Lahan yang demikian biasanya sulit dijual, sebab mereka yang butuh lahan untuk membangun rumah cenderung menganggap luasnya berlebihan. Sedangkan yang mencari lahan untuk tempat usaha jelas tidak mau juga karena letaknya jauh dari pusat kota. Sudah begitu rendahnya tanah membuat orang berpikir dua kali karena itu berarti sebelum didirikan bangunan lahannya harus ditinggikan terlebih dulu. 

Makelar tanah yang saya mintai bantuan sudah berbulan-bulan mencari pembeli namun belum juga menemukan orang yang mau membeli keseluruhan tanah tersebut. Alasannya persis seperti yang saya perkirakan, mau dibangun rumah susah, dijadikan tempat usaha juga susah. Akhirnya saya berinisiatif mendatangi seorang konsultan spiritual di daerah Kudus, Jawa Tengah untuk meminta bantuan memuluskan penjualan tanah keluarga yang kami warisi ini. Konsultan spiritual tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Ustadz Masrukhan. Beliau kemudian menyarankan agar saya menggunakan Uang Asmak sebagai sarana spiritual untuk mendapatkan hasil yang saya dapatkan. 

Salah satu fungsi Uang Asmak untuk membantu menjualkan suatu barang terbukti mujarab, sebab hanya berselang empat hari sejak mendapatkan Uang Asmak dari Ustadz Masrukhan saya didatangi oleh seorang pria setengah baya pada suatu sore. Pria tersebut adalah seorang pengusaha genteng dan batu bata yang sedang mencari lahan untuk tempat berproduksi, katanya tempat yang lama sudah tidak cukup luas untuk menampung usahanya  yang sudah semakin besar. Syukur Alhamdulillah, hanya selang dua minggu sejak sore itu si bapak langsung membayar lunas tanah warisan keluarga kami dan hasil penjualannya bisa segera dibagi lima. 

Selain membantu penjualan barang, berkah lain yang saya rasakan dari Uang Asmak adalah mengakrabnya hubungan antara kelima anak mendiang ayah saya. Aneh memang, kami yang semasa hidup Ayah jarang bertegur sapa malah sekarang sudah seperti saudara kandung sendiri. Subhanallah... 

Riyanto Abdi – Pemalang

 


Mendapatkan Kenaikan Jabatan

Sebelum mengenal Uang Asmak dari Asosiasi Parapsikologi Nusantara, saya berpikir bahwa yang namanya Uang Asmak adalah suatu produk supranatural yang fungsinya lekat dengan pelarisan dan pesugihan. Makanya saya sempat heran ketika ibu saya menyarankan agar saya memesan satu paket Uang Asmak dari institusi yang dipimpin oleh Ustadz Masrukhan tersebut, pasalnya saya bukan seorang usahawan. Saya bekerja sebagai pegawai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur perabot rumah tangga. 

Baru setelah berkonsultasi dengan Ustadz Masrukhan lewat telepon saya paham kalau manfaat Uang Asmak bukan hanya berkisar seputar jual-beli saja, tetapi juga berkhasiat meningkatkan peruntungan finansial siapapun dari profesi apapun secara keseluruhan. Dari situlah saya yakin kalau Uang Asmak adalah sarana spiritual yang cocok saya gunakan, sebab sejak tiga tahun belakangan ini karir saya tidak menunjukkan banyak perkembangan. 

Apa yang disampaikan Ustadz Masrukhan kepada saya terbukti benar adanya, hanya berselang dua bulan sejak menggunakan Uang Asmak dari Asosiasi Parapsikologi Nusantara saya dipromosikan untuk memimpin divisi General Affair menggantikan pimpinan sebelumnya yang mundur karena usia. Puji syukur saya kepada Tuhan YME dan terima kasih banyak pada Ustadz Masrukhan yang telah membantu saya hingga mendapatkan hal baik sebesar ini. 

Dwi Y. – Banten

 


Menetralkan Pengaruh Gaib 

Bagi saya, wajar saja jika satu-dua orang menaruh perasaan tidak suka pada kita. Yang tidak wajar adalah apabila ketidaksukaan mereka itu lantas dijadikan alasan untuk mengirim teluh/guna-guna. Hal yang demikian pernah terjadi pada saya, dimana toko buku yang saya kelola dimantrai lewat bantuan seorang paranormal hingga sepi pengunjung sampai berbulan-bulan. 

Awalnya saya pikir kalau sepinya toko hanyalah bagian dari pasang surut usaha perdagangan yang lumrah-lumrah saja. Keyakinan bahwa toko saya diguna-guna baru muncul setelah seorang kenalan yang bersimpati mengaku pernah mengantarkan kawannya yang merupakan pesaing saya untuk menemui seorang paranormal di kota sebelah. Paranormal tersebutlah yang mengirim kelambu gaib agar toko saya tidak didatangi orang. 

Saya kaget, tidak percaya dan tidak menyangka kalau kompetitor saya itu sampai tega berbuat demikian. Sempat saya berpikir bahwa kenalan saya tadi hanya berniat mengadu domba kami, namun karena sampai beberapa bulan toko buku saya terus terpuruk saya baru yakin benar kalau toko saya memang dijahati seseorang. Lalu setelah sempat panik dan bingung harus mencari pertolongan pada siapa, saya tanpa sengaja menemukan situs www.uangasmak.com dan membaca sedikit mengenai keterangannya yang menyebutkan salah satu fungsi Uang Asmak untuk menetralkan pengaruh gaib yang menyelubungi tempat usaha. Tanpa pikir panjang saya langsung melakukan pemesanan dan satu paket Uang Asmak pun saya terima beberapa hari kemudian. 

Hanya berselang dua hari setelah melakukan aktivasi, pelanggan-pelanggan lama mulai berkunjung kembali. Kira-kira setelah tiga minggu toko sudah kembali ramai seperti biasanya. Oleh Ustadz Masrukhan yang saya hubungi lewat telepon saya diyakinkan bahwa pengaruh ilmu gaib yang dikirimkan untuk menyumbat jalan rezeki saya telah dinetralkan sepenuhnya. Alhamdulillah...dengan ramainya toko seperti sedia kala berarti saya telah terhindar dari kebangkrutan. Selanjutnya saya hanya bisa berharap semoga Allah mau memberikan hidayah bagi orang yang telah menjahati saya tadi. Amin. 

Dirjo S. – Palangkaraya

 


Menghindari Penipuan 

Kakak ipar saya sempat kaget sewaktu saya mengabari bahwa usaha jual-beli sparepart yang saya tekuni bisa dipastikan bakal gulung tikar. Kok bisa, tanyanya. Bisa saja, jawab saya. Pasalnya dagangan saya selalu habis, tetapi tidak ada pemasukan untuk melakukan stok ulang di hari berikutnya. Hal ini mungkin terdengar sedikit aneh, tapi keanehan itu maklum saja mengingat saya sudah terlalu sering ditipu pembeli. Barang dagangan saya dibawa pergi, janjinya akan dibayar dalam beberapa hari tapi ternyata mereka tidak pernah datang lagi. 

Dari awal saya sudah sering sekali diperingatkan oleh banyak anggota keluarga, mereka bilang jangan mudah percaya pada orang-orang yang berhutang barang dalam jumlah besar. Tapi mungkin sudah jadi sifat saya untuk mudah percaya, akibatnya saya jadi sasaran empuk orang-orang yang membawa lari barang dagangan tanpa membayar. Sedikit demi sedikit kerugian saya akibat penipuan semacam ini menumpuk hingga tahu-tahu saya sudah kehabisan modal sama sekali. 

Mungkin karena bersimpati atas keadaan saya ini, kakak ipar saya tadi lantas memberikan pada saya selembar Uang Asmak yang ia pesan dari www.uangasmak.com. Selain itu ia juga mengusahakan agar saya bisa mendapat pinjaman modal untuk memulai kembali usaha yang sudah diambang kebangkrutan. Keinginan saya untuk belajar dari kesalahan dan berkah yang terkandung dalam Uang Asmak membuat saya berhasil mempertahankan usaha sampai sekarang. Belum pernah sampai detik ini saya tertipu seperti dulu lagi, meskipun saya masih sering menghutangi beberapa pelanggan setia yang sudah pasti akan melunasi hutangnya tanpa kabur kemana-mana. 

Semoga apa yang terjadi pada saya bisa menjadi motivasi dan pembelajaran bagi banyak pihak yang mengalami permasalahan serupa. Gunakanlah Uang Asmak dalam posisinya sebagai pegangan bisnis yang layak Anda andalkan. Insyaallah, keberkahan besar akan menjadi milik Anda. 

Umar G. – Ketapang

 


Omset Percetakan Naik Berlipat Ganda 

Ketika pertama kali memulai usaha percetakan dulu, jujur saja harapan saya sangatlah tinggi. Ingin bisa mengembangkan usaha hingga sedemikian rupa, ingin menjadi pengusaha sukses, ingin menjadi bos dan memiliki banyak uang. Tapi ternyata memulai suatu  bisnis dari titik nol besar memang tidak mudah, nyatanya sampai setahun lebih omzet percetakan yang saya terima masih segitu-segitu saja. 

Sampai suatu hari saya mengutak-atik komputer milik keponakan dan tanpa sengaja menemukan situs www.uangasmak.com. Penjelasan ringkas yang saya baca dari situs tersebut langsung membuat saya tertarik untuk memesan satu paket Uang Asmak beberapa hari kemudian. Perbaikan peruntungan bisnis yang saya dambakan mulai nampak tak lama setelah Uang Asmak ini saya miliki, mulai dari order yang terus berdatangan hingga kemudahan dalam mendapatkan pinjaman untuk menambah modal.  

Tak heran jika hanya dalam beberapa bulan saja usaha percetakan saya sudah mulai berkembang. Beberapa waktu lalu kami bahkan menerima order untuk mencetak buku sekolah dalam skala besar. Insyaallah, order yang seperti ini akan terus kami dapatkan jika hasil yang dapat kami berikan dianggap baik serta memuaskan. Melihat perubahan baik ini kami hanya bisa berdoa, semoga untuk kedepannya nanti usaha yang saya rintis dapat terus menjadi jalan rezeki yang halal bagi kami sekeluarga. Amin. 

Rudy – Yogyakarta

 


Pemasukan Bertambah Melebihi Harapan 

Setiap pedagang pasti berharap dagangannya akan laku keras. Berharap omsetnya naik berlipat-lipat sehingga usahanya bisa bertambah lebih besar dan pemasukan yang didapatpun secara otomatis meningkat. Sebaliknya, seorang pedagang seperti saya pasti sedih dan bingung kalau dagangannya tak terbeli. 

Hampir frustasi rasanya saya melihat toko yang setiap harinya selalu sepi. Percuma juga saya tunggui dari subuh sampai maghrib kalau tidak ada pembeli yang bisa saya layani. Barang dagangan  menjadi usang dan sudah barang tentu saya bakal merugi serta tidak bisa mengembalikan pinjaman modal yang dulu saya pakai untuk membuka toko furnitur ini. Pada saat-saat saya hampir putus asa inilah istri saya menyarankan agar saya menggunakan Uang Asmak, sarana spiritual yang sudah lama dikenal sebagai penarik rezeki dan pemanggil kekayaan. 

Jujur saja, ketika memesan Uang Asmak harapan saya tidaklah banyak. Asalkan bisa menyenangkan istri dan tidak dikatai sebagai kepala keluarga yang mengacuhkan nasib usaha sendiri bagi saya sudah cukup. Namun ternyata manfaat yang saya dapatkan dengan memiliki Uang Asmak jauh berada di luar dugaan saya. Toko furnitur saya semakin hari semakin ramai, semakin banyak pula orang yang berdatangan untuk membeli dan memesan sejumlah perabot rumah dengan jumlah yang beragam. Alhamdulillah, Ya Allah. Untung saja saya mendengarkan saran istri saya, coba kalau tidak. 

Wiyoko – Pekanbaru

 


Rahasia Penglaris Dagangan 

Seorang pedagang seharusnya berdagang, bukannya sibuk mencari pelarisan. Tapi bagaimana bisa seorang pedagang semangat menjajakan dagangannya kalau dagangan tersebut tidak laris. Sedangkan untuk membuat dagangan laris, saya yakin tiap-tiap pedagang pasti memiliki rahasia penglaris mereka sendiri-sendiri. 

Saya sendiri termasuk seorang pedagang yang beruntung, sebab hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun saya sudah berhasil mengembalikan modal awal yang dulu saya pakai. Toko tidak pernah sepi, pembeli berdatangan setiap hari dan jika tidak ada aral melintang bulan depan saya akan membuka satu toko lagi. Setiap kali ditanya apa rahasia saya, jawaban saya selalu sama: Uang Asmak. 

Orang mau percaya atau tidak saya tidak ambil pusing, yang jelas jawaban tersebut jujur dan benar adanya. Tidak ada pesugihan, tidak ada tuyul-tuyulan. Hasil yang saya panen hari ini adalah murni hasil kerja keras saya sendiri dan berkah Uang Asmak sebagai sarana spiritual yang saya simpan. Saya lumayan sering bertemu dengan orang-orang yang tidak percaya dengan hal-hal semacam ini, biasanya pada mereka saya sekedar tertawa dan menyarankan agar mereka datang langsung atau menghubungi Asosiasi Parapsikologi Nusantara lewat telepon jika menginginkan penjelasan yang lebih meyakinkan. 

Bagaimana? Anda tertarik?

Tia N. – Ternate

 


Rezeki Halal dan Berkecukupan 

Sulitnya mempertahankan usaha dengan modal seadanya membuat saya pernah terpikir dan tertarik untuk mencari pesugihan. Dengan begitu saya bisa kaya raya tanpa perlu bekerja atau susah payah memikirkan usaha yang tidak banyak mendatangkan keuntungan bagi keluarga.  Niat saya untuk menjadi kaya lewat jalan pintas ini sudah saya kejar sejak beberapa tahun lalu, dari ujung timur hingga ke ujung barat Pulau Jawa sudah pernah saya jelajahi guna mendapatkan sumber rezeki tidak terbatas yang saya inginkan. 

Suatu hari ketika tengah berburu pesugihan di sebuah daerah keramat saya tanpa sengaja bertemu dengan Ustadz Masrukhan, pimpinan Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Berbeda dengan saya yang datang dengan niat mencari kekayaan, beliau datang dan bertirakat murni karena ingin mendekatkan diri kepada Tuhan. Niat beliau tersebutlah yang pertama kali menarik perhatian saya. 

Singkat cerita, dari penuturan dan nasehat yang disampaikan Ustadz Masrukhan saya kemudian sadar bahwa keinginan saya untuk mencari pesugihan tidaklah benar, bijak juga tidak. Bagaimana kalau nanti saya diharuskan untuk menyerahkan tumbal? Siapa anggota keluarga yang bakal saya korbankan hanya untuk mendapatkan banyak uang?  Sebagai spiritualis yang bijak, tentunya Ustadz Masrukhan tidak sekedar menyalahkan tindakan saya berburu kekayaan instan tanpa memberikan jalan keluar. Beliau menyarankan agar saya menggunakan Uang Asmak, disamping terus bekerja keras dan bersabar serta bersedekah. 

Meskipun hasilnya muncul perlahan dan membutuhkan banyak perjuangan, pada akhirnya saya bersyukur dapat meneruskan usaha perbengkelan yang sempat saya tinggal karena terus merugi. Pemasukan yang saya peroleh lebih dari cukup dan kecukupan itu terasa sempurna mengingat rezeki yang saya dapatkan adalah rezeki halal tanpa campur tangan makhluk gaib dari alam  manapun juga. Alhamdulillah...terima kasih banyak, Ustadz Masrukhan. Berkat bimbingan Ustadz saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik seperti sekarang ini. 

Hidayat – Banjar

 


Tak Lagi Takut Merugi 

Orang bilang, jangan pakai baju kalau takut bajunya robek. Juga jangan memulai usaha kalau tidak berani merugi. Dua kalimat bernada sama ini pada kenyataannya hanya mudah diucapkan dan sama sekali tidak mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Saya sebenarnya bukanlah orang yang terlampau berhati-hati, tapi bagaimanapun juga perasaan takut merugi selalu muncul tiap kali terpikir di benak saya untuk memulai usaha sendiri, tepatnya sebuah usaha sablon yang modalnya sudah jauh-jauh hari disisihkan oleh mendiang suami saya dulu. 

Tapi mau bagaimana lagi, status sebagai seorang janda beranak tiga membuat saya mau tidak mau harus segera memiliki penghasilan demi menghidupi keluarga. Nekatlah saya membuka kios sablon setelah sebelumnya kolar-kilir mencari 'pegangan' sebagai penguat tekad saya agar tidak digoyahkan perasaan takut merugi yang jika dipikir-pikir memang tidak masuk akal sama sekali. 

Benda apakah yang saya maksud dengan 'pegangan' tadi? Namanya Uang Asmak, sebuah produk spiritual karya Ustadz Masrukhan yang merupakan pimpinan Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Dengan memiliki Uang Asmak saya mendapatkan ketenangan batin tersendiri dan mendapatkan petunjuk serta beragam kemudahan dalam memulai usaha. Tidak pernah lagi saya takut mengalami kerugian, yang memang merupakan resiko lumrah para usahawan. Secara ajaib sejauh ini saya belum pernah sampai merugi, karena memang salah satu fungsi Uang Asmak adalah untuk menghindarkan usaha kita dari potensi kerugian. Semoga usaha saya ini akan terus lancar, sehingga saya bisa menghidupi ketiga orang anak saya dengan layak meski tanpa didampingi seorang suami. Amin. 

Rosmah – Padang Pariaman

 


Terlepas dari Lilitan Hutang 

Berhutang sejumlah uang kepada seorang rentenir memang bukanlah keputusan baik. Andai saja ada pilihan lain saya tidak akan dengan sengaja meminjam uang dari orang yang sudah jelas-jelas akan membebani pinjaman saya dengan bunga selangit. Tapi apa mau dikata, saat itu saya tengah mengalami masa-masa sulit dan sedang dihadapkan dengan persoalan keuangan yang tidak main-main. 

Ujung-ujungnya bisa ditebak, saya berakhir terbelit hutang dengan nilai berlipat-lipat dari jumlah pinjaman yang dulu saya ambil. Ditagih kesana-kemari, didatangi tukang pukul sewaan hingga diancam akan dilaporkan ke polisi. Nasib orang tak punya memang dimana-mana sama saja, akan selalu menderita selama ia masih tidak punya apa-apa. 

Dalam kondisi terdesak seperti itulah saya sempat gelap mata. Dengan niat mencari pesugihan atau meminjam uang ghaib saya datang ke Kudus, Jawa Tengah guna menemui Kang Masrukhan yang saya harap dapat membantu lewat cara tak kasat mata. Tapi untunglah kegelapan mata saya tidak sampai berlanjut ke arah dosa, sebab Kang Masrukhan dengan bijak menyarankan agar saya tidak mencari cara instan yang berpotensi merugikan diri dan keluarga saya sendiri. Sebagai gantinya saya disarankan untuk menggunakan Uang Asmak, sebuah solusi praktis yang tidak mengharuskan saya membaca amalan secara rutin apalagi sampai mengorbankan tumbal. 

Alhamdulillah, meski tanpa menyerahkan tumbal akhirnya hutang saya terbayar juga. Dengan cara yang alami, tentu saja. Bukan lewat segepok uang yang tiba-tiba muncul tanpa ketahuan siapa yang memberi. Kesanggupan saya melunasi hutang tersebut muncul karena saya mendapat banyak kemudahan dalam pekerjaan, sehingga secara otomatis penghasilan saya meningkat dan perlahan-lahan pinjaman tersebut dapat saya kembalikan beserta seluruh bunganya yang sudah menumpuk. 

Sungguh, cukup sekali ini saja saya berurusan dengan rentenir. Semoga di lain waktu saya tidak perlu terpojok dan meminta bantuan pada orang yang jelas-jelas lebih berniat menjatuhkan, bukan memberi pertolongan. 

Moh. Yasin – Tulang Bawang